Membeli sebuah mobil pasti merupakan pilihan yang sangat diperhitungkan, karena memang, mobil tentu bukan barang yang cukup mudah dibeli, harganya pun tidak hanya satu atau dua jutaan, melainkan mencapai puluhan juta. Apabila kita… http://dlvr.it/3QCzgC
MargahayuLand 42 tahun membangun ruang hidup sebagai perusahaan property nasional yang tumbuh dan berkembang di kota Bandung, serta menjadi salah satu motor pembangunan property di Indonesia. 42 tahun bukanlah waktu yang sebentar, dan berbagai macam rintangan pernah mereka hadapi untuk membangun ruang hidup yang layak bagi masyarakat. Namun semakin berkembangnya MargahayuLand telah menjadikan mereka sebagai perusahaan developer terbaik utama pilihan masyarakat Indonesia. Sejarah MargahayuLand Sebelum membahas pengembangan yang dicapai oleh MargahayuLand, tidak ada salahnya jika kita mengamati sejarah MargahayuLand terlebih dahulu. MargahuLand / PT Margahayu Raya merupakan perusahaan bisnis property yang telah di dirikan sejak 11 Februari 1971 oleh Nyonya Hj. Djoeliah Purwita (alm), Bapak H. Ma’sum Sudrajat (alm) dan Bapak Drs. H. Jajat Prianta Purwita MBA. Pada awalnya mereka memulai bisnis dalam bidang jasa kontruksi dan perdagangan umum, lalu memutuskan untuk fokus berpindah pada tujuan utama mereka yaitu pembangunan perumahan pada tahun 1979. Setelah berdirinya MargahayuLand, sejak saat itu mereka mengembangkan kembali perusahaan yang memiliki lebih dari 40.000 unit perumahan maupun komersial yang berwilayah di seluruh Bandung, Karawang, Bekasi, Bogor, dan Cirebon. Namun tidak hanya itu, pada tahun 2007 mereka mengembangkan dengan membangun bangunan tingkat tinggi, termasuk perumahan, komersial, layanan apartemen, serta hotel yang berada di Jakarta, Bandung dan Bali. Sejak itulah mulai dikembangkan Grup developer MargahayuLand. MargahayuLand 42 Tahun Membangun Ruang Hidup MargahayuLand telah mengembangkan berbagai hunian kelas kecil, menengah, murah terbaik hingga bagi kalangan atas. Sebagai contoh awal perkembangan di kota Bandung itu sendiri adalah pembangunan hotel Newton yang merupakan hotel pertama di Bandung dengan menerapkan kapasitas parkir 1:1, serta merupakan konsep yang menyatukan beragam fungsi dalam satu kawasan meliputi bisnis, lifestyle serta merupakan konsep yang paling unik yang terletak di kota Bandung. Hotel Newton merupakan konsep resort pertama yang berada di kota Bandung yang dilengkapi oleh fasilitas dengan standard resort berupa Olympic spa pool, Sandy Beach Water Playground & Thematic Sky Garden. Selain itu di Bandung juga yang unik dari pengembangan MargahayuLand adalah Perumahan De Marrakesh yang merupakan perumahan dengan konsep Moroccan style dengan memiliki luas lahan sekitar 12,5 hektare. Konsep unik ini merupakan yang pertama di kota Bandung, dengan memiliki fasilitas seperti Mini Market, Water Piazza, Public Piazza serta sarana ibadah / mesjid yang berkonsep ala timur tengah. Tidak hanya di kota Bandung, MargahayuLand juga mengembangkan hunian unik lainnya seperti di kota Jakarta, yang memiliki bangunan bertingkat tinggi Apartemen Menara Latumenten yang merupakan apartemen bersubsidi yang berlokasi sangat strategis berwilayah di JL. Prof. Dr. Latumenten, Grogol, Jakarta Barat. Lokasi Apartemen Menara Latumenten juga berdekatan dengan 3 universitas yang ternama di Jakarta, seperti Universitas Ukrida, Universitas Tarumanegara dan Universitas Trisakti. MargahayuLand 42 Tahun Semua pengembangan perjalanan bisnis MargahayuLand tidaklah mudah. Meski banyak kendala yang mereka hadapi, namun tidak mengurungkan niat mereka untuk membangun hunian yang layak untuk masyarakat. Semua hunian dan akses yang telah dibangun tidak hanya berkonsep unik yang menarik minat masyarakat, namun tentu saja benar-benar dengan akses ke semua fasilitas yang dapat ditemukan dalam hunian tersebut. MargahayuLand juga memberi relatifitas yang memudahkan untuk masyarakat, karena akan meninjau dari segi lingkungan dan utilitas. Dilihat dari […] http://dlvr.it/3LtBlc
Sejarah Alat Musik Kolintang, dari Sabang sampai Merauke, kesenian baik dari segi apapun di Indonesia memang sangat beragam, begitupun dengan seni musiknya baik dari alat musik sampai jenis musik itu sendiri. Dan kali ini sob, kita akan bahas tentang sejarah alat musik kolintang, suatu alat musik yang berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara. Langsung aja sob kita bahas sejarah alat musik kolintang tersebut. Sejarah alat musik kolintang kita awali dari seperti yang dikatakan di atas bahwa alat musik kolintang merupakan alat musik khas dari Minahasa, Sulawesi Utara. Alat musik kolintang berbahan dasar kayu yang apabila di pukul dapat mengeluarkan bunyi yang cukup panjang dan dapat mencapai nada-nada tinggi maupun rendah. Kayu yang digunakan seperti kayu telur, bandran, wenang, kakinik dan sejenisnya, jenis kayu tersebut jenis kayu yang agak ringan dan cukup padat, serat kayunya tersusun sedemikian rupa membentuk garis-garis sejajar. Sejarah Alat Musik Kolintang Dalam sejarah alat musik kolintang, kolintang dapat dikatakan berasal dari bunyi Tong (nada rendah), Ting (nada tinggi) dan Tang (nada tengah). Dalam bahasa daerah Minahasa dulu, untuk mengajak orang bermain kolintang “mari kita ber tong ting tang” dengan ungkapan “Maimo Kumolintang”, dan dari kebiasaan tersebut munculah istilah “Kolintang” untuk alat musik yang mereka mainkan. Sejarah alat musik kolintang berlanjut, pada awalnya alat musik kolintang hanya terdiri dari beberapa potong kayu yang diletakan berjejer di atas kedua kaki para pemainnya dengan posisi duduk di tanah, dengan kaki terbujur lurus kedepan. Sehingga kemudian berkembang kedua kaki pemain diganti dengan dua batang pohon pisang, atau kadang-kadang diganti dengan tali seperti Arumba dari Jawa Barat. Sedangkan penggunaan peti sesonator dalam sejarah musik kolintang, dimulai sejak Pangeran Diponegoro datang ke Minahasa di tahun 1830, saat itu konon katanya, peralatan gamelan dan gambang ikut dibawa oleh rombongannya. Dalam sejarah alat musik kolintang, dahulu pemakaian alat musik kolintang sangat erat hubungannya dengan kepercayaan tradisional rakyat Minahasa, seperti alat musik kolintang digunakan dalam upacara-upacara ritual pemujaan arwah para leluhur. Kemudian setelah masuknya agama Kristen di Minahasa, kepopuleran alat musik kolintang menurun dan hampir menghilang. Sejarah Alat Musik Kolintang Setelah Perang Dunia ke-2 Sejarah alat musik kolintang berlanjut. Setelah perang dunia ke-2, alat musik kolintang barulah muncul kembali dan dipelopori oleh Nelwan Katuuk yang merupakan seorang penyusun nada kolintang menurut susunan nada musik yang universal. Pada awalnya hanya terdiri dari satu melodi dengan susunan nada yang diatonis, dengan jarak nada 2 oktaf, dan sebagai penoigiring biasanya dipakat alat-alat musik seperti gitar, ukulele dan stringbass. Dalam sejarah alat musik kolintang di tahun 1954, alat musik kolintang sudah dibuat 2 setengah oktaf namun masih diatonis. Di tahun 1960 alat musik kolintang kemudian mencapai 3 setengan oktaf dengan nada 1 kruis, naturel dan 1 mol. Dasar nada masih terbatas pada tiga kunci yaitu naturel, 1 mol dan 1 kruis dengan jarak nada 4 setengah oktaf dar F sampai C. dari situ sejarah alat musik kolintang dari perkembangannya terus berlangsung baik dari segi kualitas alat, perluasan jarak nada, bentuk peti resonator dan juga dari segi penampilannya. Hingga saat ini alat musik kolintang yang dibuat sudah mencapai 6 oktaf dengan chromatisch […] http://dlvr.it/3JRFqV
Sejarah Alat Musik Piano, Piano adalah salah jenis alat musik yang populer di dunia. alat musik piano juga dapat dikategorikan sebagai alat musik tertua dan juga memiliki harga yang cukup mahal. Mungkin memang benar sob, alat musik piano jarang kita temui kecuali di tempat-tempat tertentu, itu karena dilihat dari harga piano yang cukup mahal. Lupakan harga sob, bagi sebagian orang mungkin belum mengetahui perkembangan dan sejarah alat musik piano. Oke sob jadi mending sekarang kita langsung bahas sejarah alat musik piano. Sejarah Alat Musik Piano Sejarah alat musik piano kita awali dari asal kata piano. Kata piano berasal dari bahasa Italia, yaitu Pianoforte. Dalam sejarah alat musik piano memang ada perdebatan mengenai siapa penemu alat musik piano pertama kali, yang awalnya dijuluki Gravecembalo Col Piano E Forte. Namun, banyak orang menganggap Bartolomeo Cristofori sebagai pembuat alat musik piano yang pertama. Di tahun 1720-an ia membuat alat musik piano, suaranya tidak sekeras piano yang dapat didengarkan di abad 20-an, karena tegangan tuts saat itu tidak sekuat piano yang sekarang. Dan saat ini alat musik piano pertama tersebut di pajang di Metropolitan Musum of Art di New York, Amerika Serikat. Dalam sejarah alat musik piano dapat dibilang alat musik piano merupakan perkembangan dari alat musik kecapi, kesamaan dari dua alat musik ini adalah sama-sama menggunakan senar. Cara kerja kecapi adalah dengan cara dipetik. Kemudian setelah itu muncul alat musik Monochord lalu muncul juga Gambus. Selain gambus, ada juga Dulcimer, bentuknya sangat mirip dengan gambus, namun cara memainkannya berbeda. Dulcimer dimainkan dengan cara di pukul senarnya, sehingga dapat dikatakan asal muasal piano berasal dari Dulcimer. Sejarah alat musik piano berlanjut ke pertengahan abad ke-17, saat itu alat musik piano dibuat dalam beberapa bentuk. Pada awalnya, desain piano mirip dengan Harpsichord, dengan dawai yang menjulang. Alat musik piano pun menjadi lebih rendah setelah dimodifikasi oleh John Isaac Hawkins. Kemudian, dengan munculnya tuntutan instrumen musik lebih ringan, tidak mahal, para pembuat piano di Jerman membuat piano persegi. Sampai tahun 1860 piano persegi pun mendominasi penggunaan piano di rumah. Dalam sejarah alat musik piano, piano pertama menggunakan rangka kayu dan hanya dapat menahan tegangan ringan dari senarnya. Di abad ke-19 gedung-gedung konser berukuran besar mulai dibangun, dan suara piano tadipun kurang memadai. Dan kemudian dibuat piano dengan rangka besi. Di tahun 1800 Joseph Smith dari Inggris membuat suatu piano dengan seluruh rangka terbuat dari logam. Piano inovasinya ini mampu menahan tegangan senar sangat kuat. Dan sekitar tahun 1820, banyak pembuat piano yang menggunakan potongan logam untuk membuat piano. Di tahun 1822, Erard bersaudara mematenkan Double Escapement Action, yang merupakan temuan tersohor dari semua temuan yang berkaitan dengan cara kerja piano. Dalam perkembangan sejarah alat musik piano, piano memiliki 88 tuts seperti saat ini, alat musik piano memiliki 5 oktaf dan 62 tuts. Sejumlah perkembangan sejarah alat musik piano di abad ke-19 dan abad ke-20. Tegangan senar yang awalnya ditetapkan 16 ton di tahun 1862, bertambah menjadi 30 ton pada alat musik piano modern. Hasilnya adalah sebuah piano dengan kemampuan menghasilkan nada yang tidak pernah dibayangkan oleh […] http://dlvr.it/3JB2YF